Kesehatan

Manfaat Cuka Apel dan Efek Jika Dikonsumsi Berlebihan

Manfaat Cuka Apel dan Efek Jika Dikonsumsi Berlebihan

Cuka apel sering digunakan untuk menambahkan rasa asam pada masakan dan sering digunakan untuk mengawetkan makanan seperti acar, daging dan sayur. Cuka apel diolah dalam dua tahap yang pertama dihubungkan dengan terbentuknya alkohol dimana mengeluarkan gula pada buah lalu diubah menjadi alkohol bersama dengan ragi. Tahap kedua dimana penambahan bakteri pada larutan alkohol sehingga membuat menjadi asam asetat yang terdapat pada cuka. Cuka apel ini memiliki 3 kalori dalam setiap 3 sendok makan, kandungan yang rendah tidak memiliki banyak mineral atau vitamin namun memiliki kandungan antioksidan dan amino sehingga banyak yang menggunakan manfaat cuka apel untuk kesehatan.

Cuka apel mampu membunuh bakteri patogen pada sistem pencernaan yang tidak baik dan biasanya digunakan sebagai pengawet makanan dan studinya akan membantu bakteri. Cuka apel ketika zaman Yunani kuno dan biasanya digunakan sebagai bahan pengobatan alami. Cuka yang diproses dengan fermentasi panjang akan memberikan komponen katekin, asam gallic dan lainnya sehingga menjadikannya sebagai antibakteri. Cuka ini dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Berikut adalah kegunaan cuka apel bagi kesehatan tubuh:

  • Dapat menurunkan berat badan walaupun dikonsumsi teratur dalam jumlah yang sedikit, dengan mengonsumsi 2 sendok akan menurunkan berat badan hingga 2 kg, namun diiringi dengan pola makan serta kegiatan fisik yang seimbang.
  • Dapat mengatur kadar gula darah darah karena mampu menunjang peningkatan sensitivitas insulin terutama ketika konsumsi makanan dengan karbohidrat yang tinggi, cuka apel akan memperlambat pelepasan gula makanan menuju darah, berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya efek antiglikemik sehingga adanya hambatan dalam menyerap karbohidrat sehingga tidak akan meningkatkan gula darah setelah mengonsumsi makanan.
  • Dapat mengatasi masalah sistem pencernaan dan biasanya cuka apel yang digunakan adalah belum melalui proses filtrasi sehingga warnanya lebih kurus dan ampasnya akan menyehatkan saluran pencernaan, membantu sistem kekebalan tubuh dan mencegah sembelit semakin parah dan mengatasi adanya gangguan pada asam lambung hingga maag.

Selain itu, cuka apel baik untuk diare dari hasil fermentasi yang menghasilkan suatu senyawa pektin untuk mendukung pertumbuhan dari bakteri baik dalam usus. Bakteri baik akan melancarkan sistem cerna dan mencegah peradangan yang memiliki sifat antibiotik dan menghancurkan bakteri salmonella dan e. coli. Bakteri tersebut akan menyebabkan diare hingga keracunan makanan dan cuka apel akan memberikan feses mengeras sebelum nantinya dikeluarkan karena cuka tidak disaring dan membuat serat halusnya untuk kesehatan. Cuka apel dapat menurunkan kadar lemak dalam darah dan hal ini akan mencegah terjadinya penyakit jantung atau disfungsi ereksi pada pria.

Berikut adalah efek jika mengonsumsi cuka berlebihan:

  • Membuat proses penyerapan makanan di saluran pencernaan akan lambat dan hal ini menyebabkan terlambatnya pengosongan perut.
  • Mengalami gangguan pencernaan karena akan menyebabkan luka pada tenggorokan dan membuat seseorang menjadi sulit untuk menelan dan memperparah kondisi maag.
  • Menyebabkan masalah gigi karena asamnya merusak enamel gigi ketika langsung dikonsumsi untuk waktu yang lama dan membuat kuku menjadi kuning.

Selain itu, membuat tenggorokan akan terluka sehingga disarankan untuk mengonsumsi cuka apel dengan campuran air. Mengonsumsi terlalu banyak akan menurunkan gula darah dan tentunya akan membuat seseorang kekurangan pasokan gula darah menuju otak. Untuk mengonsumsinya sebaiknya cukup 2 sendok dan bilas mulut dengan air putih sehingga manfaat cuka apel dapat dirasakan dengan baik.